Nasibku sehitam sungaiku

Jalan Sultan Agung Tirtayasa

Oleh : Andri Sudarmawijaya 13/09/2017 14:05:20

Deskripsi

Sungaiku sangat lebar tenang dan bersahabat. Banyak ikan yang dapat ku ambil di sungai ini. Paman paman dan tetangga ku para petani memanfaatkan sungai ini untuk mengairi sawahnya. Nelayan diujung sungai banyak yang memanen udang setiap waktu. Ikan bandeng melimpah kepiting jadi primadona. Namun itu dulu. Dulu sekali saat aku masih kecil. Tidak banyak yang dapat kuingat dari sungaiku. Ingatanku tertutup bayangan hitam sehitam sungaiku. Tak kalah hitamnya juga nasibku. Tak lagi dapat ku mengambil ikan di sungaiku. Tak dapat lagi tetanggaku mengairi sawahnya tak udang diujung sungai hilang entah kemana. Kepiting tak lagi terlihat. Ku dengar disana berdiri usaha yang menghidupi banyak pegawai yang mau membayar untuk dapat bekerja meski tak ada yang dapat membuktikannya apalagi aku. Yang nasibnya hitam sehitam sungaiku. Mengapa mereka mendapatkan nafkah ditanahku tapi aku dan tetanggaku kehilangan nafkahnya. Kepada siapa harus kuadukan?

Saran

Kami berharap pembangunan pabrik pabrik harus memperhatikan masalah limbah buangannya. Jangan hanya membuat dokumeb andal dan amdal namun pada prakteknya tidak dapat diandalkan

Tulis Komentar

Komentar


Jalan Sultan Agung Tirtayasa

History

Video